Mimpi Lelaki di Atas Kawat

Judul : The Walk
Sutradara : Robert Zemeckis
Penulis skenario : Christopher Browne, Robert Zemeckis
Pemain : Joseph Gordon Levitt, Ben Kingsley, Charlotte Le Bon, James Badge Dale.
Tahun : 2015
Durasi : 123 menit
images-1
Phillippe Petit sedang merabahkan tubuhnya di atas kawat yang terpasang di antara Merana Kermbar World Trade Center. | Sumber Istimewa

“Keterbatasan hanya ada pada diri orang-orang yang tidak bermimpi.” – Philippe Petit

Lelaki yang satu ini seringkali disangka orang gila. Namun, nyatanya ia hanya sedang bermimpi. Mungkin mimpinya itu yang bisa dibilang gila. Atau mungkin, ia memang hampir gila karena mimpi itu. Ia ingin berjalan di atas kawat di antara Menara Kembar World Trade Center di New York, Amerika Serikat. Gila, bukan?

Film ini diangkat dari buku Philippe Petit berjudul To Reach the Clouds yang pertama kali terbit pada tahun 2002. Buku tersebut mengisahkan dirinya sendiri, seorang ‘lelaki di atas kawat’ yang mendadak terkenal pada tahun 1974. Sebelumnya, kisah Petit pernah diangkat dalam film dokumenter berjudul Man on Wire pada tahun 2008 yang memenangkan piala Oscar dan Bafta setahun setelahnya.

Petit kecil memang sudah jatuh cinta pada dunia sirkus. Khususnya pada atraksi berjalan di atas seutas tali atau kawat. Ia selalu berlatih hingga saat tumbuh dewasa ia sudah mahir melakukannya. Ia juga hebat dalam atraksi sirkus lainnya.

Suatu hari, Petit melihat konstruksi Menara Kembar WTC di sebuah majalah. Petit yang diperankan oleh Joseph Gordon Levitt ini terkesima dan langsung punya mimpi besar. Bangunan yang belum jadi itu, direncanakannya akan menjadi tempat pertunjukan terbesarnya. Ia akan berjalan di atas kawat di antara gedung tersebut yang saat itu akan menjadi gedung tertinggi di dunia.

Mimpi besar itu tak hanya sekedar mimpi. Petit berusaha keras agar mimpi itu dapat terwujud meski berbagai masalah menghampirinya. Misalnya, ia akhirnya memutuskan pergi dari rumah sebab bakatnya semakin tak disenangi sang ayah yang berprofesi pilot.

Beruntung, tak lama kemudian Petit bertemu dengan Annie Allix yang diperankan oleh Charlotte Le Bon. Annie kemudian menjadi kekasih sekaligus kaki tangan pertamanya. Setelah itu, ia bertemu beberapa teman lainnya yaitu Albert, Jean Louis, Jean Pierre, Jean-Francois, David, dan Barry Greenhouse yang kemudian juga direkrutnya menjadi kaki tangan.

Rencana demi rencana Petit susun dengan matang agar bisa memasang kawat di antara menara kembar tersebut sebelum menara itu selesai seratus persen. Tekadnya sungguh kuat. Persiapannya benar-benar mantap. Setiap hari ia datang ke WTC menyamar sebagai beberapa pekerja seperti wartawan, arsitek, bahkan buruh. Semua ia lakukan demi mengetahui dan mempelajari seluk beluk menara kembar tersebut.

Hingga hari yang telah lama Petit mimpikan akhirnya datang. Sebelumnya, ia telah menetapkan tanggal 7 Agustus 1974 akan menjadi hari yang bersejarah dalam hidupnya dan akan menggemparkan dunia. Ia akan berjalan di atas kawat di antara gedung berlantai 110 itu.

**

Petit sama sekali tak takut pada ayahnya, polisi, ketinggian, bahkan kematian. Yang ia tahu dan rasakan hanyalah bahwa kawat itu, menara kembar itu, bahkan New York, adalah miliknya saat ia beraksi.

Kisah Petit menginspirasi bahwa mimpi sebesar apapun pada akhirnya dapat terwujud, jika usaha dan pengorbanan yang dilakukan seimbang. Ia mengorbankan keluarga, pikiran, dan tenaganya. Bahkan ia sangat paham bahwa ia mungkin akan kehilangan nyawanya sendiri bila gagal.

Film ini patut dimasukkan dalam daftar wajib tonton Anda. Apalagi, Gordon-Levitt seperti di semua filmnya terlihat sangat menjiwai karakter yang diperankannya. Sebut saja salah satu aksinya di film Premium Rush pada tahun 2012 lalu, saat ia berperan menjadi kurir sepeda. Ia terlihat begitu ahli meliuk-liuk di antara padatnya ratusan mobil di jalanan. Dalam The Walk, ia pun terlihat benar-benar ahli berjalan di atas kawat dan seperti orang sirkus!

Selain itu, The Walk juga dapat menambah pengetahuan anda tentang cerita salah satu tokoh legendaris bernama Petit ini. Pun penonton disuapi banyak sekali pesan positif. Seperti pentingnya mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantu kita, setia mendukung dan membantu teman dalam mewujudkan mimpinya, hingga bagaimana kita harus berjuang mewujudkan mimpi yang besar.

Meski pernah jatuh dan gagal, meski orang-orang meremehkannya, meski dianggap gila, namun Petit tak pernah merasa mimpinya mustahil diwujudkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s