Gundaling Farm: Tawarkan Konsep Wisata dan Tujuan Mulia Supaya Orang Tahu Susu

Berwisata ke tempat yang asri dan tenang tentu menyenangkan. Bersama keluarga ditemani susu segar langsung dari peternakannya. Sajian komplet untuk liburan.

Sore itu di balik sunyi hutan lindung, suara sapi saling bersahutan. Beberapa sapi berkulit putih dengan corak hitam berbaris rapi hendak berjalan keluar kandang. Serta yang lainnya berdiri tenang di bilik masing-masing sambil melahap rerumputan di depannya.

Moo.. Moo..

Sapi-sapi yang keluar itu berjalan menuju sisi lain dari kandang. Di sana, alat-alat pemerah susu lengkap dengan tabung kaca untuk menampung susu setia menunggu.

Sepertinya sapi-sapi itu memang sudah terbiasa diperah susunya setiap hari. Pekerja tidak perlu terlalu repot memandu. Setelah pemerahan selesai, sapi-sapi kembali berbaris menuju kandang, berhenti untuk minum sebentar di bak yang tersedia, lalu kembali menuju bilik masing-masing.

Begitulah aktivitas rutin setiap sore hari di Gundaling Farm. Peternakan sapi ini berlokasi di tengah hutan lindung di kawasan Gundaling, Berastagi, Sumatera Utara. Pengunjung yang datang dapat melihat sapi-sapi dari luar kandang.

Tepat di depan tempat pemerahan susu, terdapat bangunan sederhana dengan cat cokelat muda tempat susu murni diolah, baik langsung dibungkus maupun diolah menjadi susu dengan varian rasa. Pilihannya yaitu rasa cokelat, stroberi, mangga, dan vanila. Selain itu ada yogurt dengan pilihan rasa mangga, cokelat, vanila, dan anggur.

Harga susu murni dibanderol lima belas ribu per liter. Sedangkan susu dengan pilihan rasa dan yogurt dijual berkisar Rp24.000 hingga Rp30.000 per liter dan Rp4.000 hingga Rp6.000 per kemasan.

Susu yang diperah setiap harinya mencapai empat ribu liter. Menurut Darmadi, Direktur Gundaling Farm, jumlah ini terbilang sedikit. Dalam satu hari semuanya bisa habis. Padahal, dahulu susu didistribusikan ke kawasan Berastagi hingga Medan. Kini, untuk dijual di peternakan saja pun jumlahnya tidak cukup.

Bukan tanpa alasan, pengunjung yang datang memang terbilang ramai setiap harinya. Bahkan, tak jarang pengunjung kehabisan susu bila datang di sore hari. Belum lagi susu yang harus disisihkan untuk anak-anak sapi. Karenanya saat ini Darmadi lebih memilih menjual susu sapinya di Gundaling Farm saja.

Saat ini, ada 250 sapi di Gundaling Farm dan di antaranya ada lima puluh sapi yang siap perah. Selain itu, di tempat terpisah ada dua ratus sapi untuk dipotong.

Darmadi bercerita usaha peternakan ini telah digarapnya selama hampir sebelas tahun. Awalnya, ia membeli tanah seluas lima belas hektare untuk berkebun. Namun kemudian seorang teman menawarkan kepadanya untuk beternak sapi. Ia pun membeli tujuh puluh ekor sapi impor asal Australia di Sukabumi.

Sejak saat itu, ia mulai menekuni usaha ini hingga Gundaling Farm kini dikenal sebagai peternakan sapi terbesar di Sumatera Utara. Siapa saja yang ingin belajar diperbolehkan untuk masuk ke dalam kandang. Maka tak jarang rombongan anak sekolah datang ke sini. “Pernah mau ada seribu murid ke sini, tapi karena enggak muat jadi dibagi, gantian kunjungannya,” cerita Darmadi.

Selain itu, peternakan ini juga terbuka untuk mahasiswa yang ingin melakukan penelitian. Pada intinya, Gundaling Farm tak hanya dijadikan kawasan wisata, namun juga tempat edukasi.

Melihat keadaan pengunjung yang semakin ramai, Darmadi berencana akan memperluas area wisata peternakan ini. Nantinya, akan tersedia area yang lebih luas untuk pengunjung bersantai dan sapi akan dibiarkan lebih dekat dengan pengunjung.

Peternakan ini menawarkan suasana yang asri. Sangat tepat untuk jadi tempat tujuan wisata. Jika beruntung mengunjungi tempat ini saat cuaca cerah, Anda akan merasakan kesan seperti di luar negeri. Sebab kandang sapi dicat senada dengan langit biru. Pun, pepohonan dan berbagai jenis bunga yang ada di sekitar menambah perasaan nyaman pengunjung.

Ashia datang bersama tiga anaknya. Ia sengaja memilih peternakan ini sebagai tempat wisata sebab menurutnya banyak kelebihan yang bisa didapat. “Berwisata dan beli susu sekaligus anak-anak bisa melihat langsung sapinya menghasilkan susu,” ujarnya tersenyum.

Sebenarnya, Darmadi punya cita-cita agar konsumsi susu di masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera, meningkat. Menurutnya, selama ini belum banyak masyarakat yang sadar nikmatnya susu sapi murni. Pun, dengan manfaat dan gizi yang terkandung di dalamnya. “Lihatlah orang Sumatera pendek-pendek,” candanya, lalu tertawa.

Untuk mewujudkan impian itu, ia juga punya rencana untuk terus menambah jumlah sapinya. Meski ini masih dilakukannya secara bertahap, sebab tidak bisa sembarang membeli jika ingin mendapatkan sapi yang berkualitas. Tentunya untuk menghasilkan susu berkualitas pula.

Dengan peternakan yang bisa dijadikan tempat wisata dan edukasi, Darmadi berharap masyarakat akan lebih mengenal susu dan dekat dengan susu, hingga rutin mengonsumsinya. “Supaya orang tahu susu,” tutupnya dengan senyum.

(Tabloid Pers Mahasiswa SUARA USU Edisi 107 dengan judul: Supaya Orang Tahu Susu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s