Kepada Si Pengembara

Duhai kasih,

Aku sedang tergila-gila

Namun belum berani sebut cinta

Sebab langit belum berpihak pada sang durja

Dan kita belum pernah jumpa


Wahai pengembara,

Walau di sini kopiku semakin pahit

Lidah kata ia semakin nikmat

Rasanya akan menetap

Layaknya rasa kagum ini mencipta kalap


Duhai penikmat kopi,

Di sana kau mengembara

Api jiwa petualangmu membara

Satu hari kelabu kutemukan ceritamu

Petir pernah mengamuk di depan matamu


Kekasih,

Dari lukisan lensamu telah kulihat warna

Lewat untaian kalimat kukenal dirimu

Biar puisi gilaku tak sesuai seleramu

Toh tak akan pernah kaubaca ungkapan si sinting ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s