Lagi

dddd
pinterest.com

Aku sudah lama menunggu saat-saat seperti ini. Duduk berhadapan sambil menyeruput espresso di sudut kafe dengan seseorang. Bukan kau. Karena aku sudah melupakan dan tak menginginkanmu lagi. Tapi seseorang yang baru.

Seseorang yang dengannya aku merasa nyaman berbagi cerita. Seseorang yang baru kutemui pada suatu hari dan hari itu juga berhasil membuatku gelisah. Gelisah karena tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang jelas, aku hanya ingin pertemuan ini berlanjut.

Ini adalah pertemuan pertama yang tak kuharapkan berlangsung sedemikian rupa. Tak perlu dengan drama yang direncanakan olehnya atau olehku. Tak perlu kata ‘hai’, ‘perkenalkan’, ‘siapa namamu?’, atau apapun itu. Aku tak suka basa-basi seperti itu. Pertemuan pertama yang benar-benar baru pertama kali terjadi. Aku tak pernah melihatnya dan dia tak pernah melihatku. Sungguh harus jadi kali pertama.

Walapun sebenarnya, aku juga sering berpikir bahwa aku benci bertemu dengan orang yang akan kusebut ‘seseorang yang baru’. Sesungguhnya berkenalan dengan orang baru sangat membosankan. Bahkan melelahkan. Kau harus memulai dari titik nol. Berkenalan, mencari tahu satu sama lain, mencari-cari persamaan, mengakrabkan diri, dan tahap lainnya yang membutuhkan waktu.

Maksudku, aku bukan ingin yang instan. Tapi jika tahap pemahaman itu berlangsung secara alami tanpa maksud tertentu—yang biasanya disebut berteman, pasti kita akan lebih membuka diri. Dengan begitu juga, segalanya tak pernah benar-benar diatur dan dipalsukan.

Tapi, kupikir aku harus mencoba untuk memulai. Seperti kata orang bijak, saat kau membenci sesuatu, cobalah untuk memahaminya sekali lagi untuk membuktikan apakah hal itu layak dibenci. Baiklah, barusan itu hanyalah pikiranku, bukan orang bijak mana pun.

Aku tahu pertemuan ini akan terjadi suatu saat nanti. Meski di sinilah aku sekarang. Masih termenung sendiri di sudut kafe. Berteman surat kabar dan segelas espresso yang mulai dingin. Buih-buihnya menempel di gelas kaca yang mini, bersama sepotong gula merah berbentuk segitiga yang masih utuh.

Advertisements

One thought on “Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s