Keramat

Pinterest.com

Baginya tujuh adalah angka yang spesial sekaligus keramat. Waktu ia masih mengenakan seragam putih abu-abu, pada tanggal tujuh seseorang yang dipujanya menyatakan perasaan dan mulai hari itu mereka berpacaran. Setelah dihitung-hitungnya, jika tanggal lahir pacarnya dan tanggal lahir dirinya sendiri dikurangkan, hasilnya adalah tujuh. Ajaib.

Sejak saat itu ia sangat mengagumi angka tujuh. Maka ia berharap akan menikah pada tanggal tujuh. Atau, kalaupun hubungannya harus berakhir, ia berharap setidaknya telah menjalani hubungan tersebut sekurang-kurangnya selama tujuh tahun. Namun ia tak benar-benar mengharapkan kemungkinan terburuk itu terjadi karena katanya ia sangat mencintai kekasihnya. Iya, cinta katanya. Padahal ia belum paham betul apa itu cinta.

Mungkin berurusan dengan cinta memang tak semudah yang dipikirkannya. Setelah beberapa bulan, kisah bahagia itu berakhir. Cinta itu berakhir. Ia bingung dan sakit hati. Saat itu ia baru paham rasanya disakiti cinta. Tanpa alasan yang masuk akal, ia memutuskan untuk membenci angka tujuh. Seketika ia mengutuk angka keramat itu. Ia marah, kesal, bahkan jijik pada tujuh. Tak sempat lagi ia menjernihkan pikiran untuk bertanya pada diri sendiri; apa sebenarnya yang bisa dilakukan oleh sebuah angka?

Namun, tak lama kemudian ia punya pacar baru dan segera melupakan kebencian aneh itu. Tanggal lahir pacar barunya adalah tujuh. Beberapa bulan berlalu, mereka sempat putus tapi balikan lagi di tanggal tujuh. Kali ini ia pikir tujuh telah berusaha menebus kesalahannya di masa lalu. Maka ia kembali mengagumi tujuh dan berkawan dengannya. Ia kembali mengharapkan ini dan itu dari angka tujuh; pernikahan di tanggal tujuh, bulan madu selama tujuh bulan ke tujuh negara, melahirkan di tanggal tujuh, punya anak sebanyak…. dia terdiam. Tak yakin pada keinginan terakhirnya. Tujuh yang sebenarnya tak mengerti apa-apa hanya diam mendengarkan berbagai permintaan anehnya.

Dia kembali berpikir tujuh selalu bersamanya dan berpihak padanya. Dikiranya tujuh benar-benar baik hati. Tapi dia salah lagi. Hubungan baru yang dijalaninya hanya bertahan selama tujuh bulan. Ia kembali menyalahkan angka keramat itu. Kali ini ia sangat marah. Ia berang. Lalu ia memaki tujuh sejadi-jadinya. Tujuh tak tahan lagi dan tersinggung hatinya. Tujuh merasa tak pantas disalahkan atas kegagalan hubungan cintanya yang cuma cinta monyet itu. Akhirnya tujuh pun marah dibuatnya.

Kini tujuh tak mau memaafkannya. Bahkan tujuh balik mengutuknya. Tujuh menyumpahinya akan memendam perasaan pada orang yang dicintainya. Ia harus menunggu. Dan selama ia menunggu, ia akan tersiksa dan merasa hancur. Sebab ia tak bisa menyatakan perasaannya, orang itu tak akan peka pula pada perasaannya, ia hanya akan dianggap teman, ia akan mencintai dalam diam, dan… ia harus menunggu. Ia harus menunggu untuk waktu yang lama. Setidaknya, ia akan mengalami tujuh tahun yang berat dalam hidupnya.

Advertisements

23 thoughts on “Keramat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s