seranah kembang tidur

ia melangkah dalam gaun terburuknya terseadanya kian hina sedang ia dibalut nan kafi seperti kerap senantiasa lalu ia dan ia bertemu seketika waktu yang tak masuk sangkala sarwa di antara kerumunan daging dan tulang melalu-lalang ia dan ia bersemuka selayang, sepicing mata, tanpa sapa dua-tiga detik entah sampai dua bertolak serempak dan berlalu

Advertisements

Perempuan dan Seorang Teman Lama

Ia bertanya mengapa aku gila berjalan di malam hari tanpa mau pulang yang ditanyakannya bukan apa yang kurasa tapi bagaimana bisa dan mungkin, pertanyaan dan pertanyaan dan pertanyaan dan kekesalan kujawab tak apa bila ia pergi dan diam dan menghilang lenyap Tapi, kau perempuan begitu katanya Aku diam di antara asap yang bergelombang dan meruak [...]

02

hening isak dan ratap tanpa suara hanya rasa buncah pintu merah menghitam sulit direngkuh ia mengkal memberang, lut hingga melutut namun tak lagi berdaya tenaga untuk berkutik melutut meringkuh dingin dan biru waktu tak ada padanya tak pula jelas apa beka dinanti tubuh terenggut miliknya satu-satunya dan hanya dan dedar yang meriang di sebelah gaung [...]

Pagi Lalu

Tentang hidung dan mulut dan peparu dan dua, penuh hal-hal dan rasa-rasa dan hening-hening tanpa-kekata dan debu-mendebu dideru-menderu Mengenai hantu dan bayang, alkisah-dikisah-mengisah melilit mengepul-kepul dan memerah-merah, berserah mereka yang putih-abu putih hitam, dan jadi suara-suara Akhirnya pagi tiba tanpa rasa fajar tanpa bau sisa malam setadi Tak satu atau dua lagi rasa pentingnya si [...]

Kepak-(putih)-kepak

Empat dua Satu Putih-putih anggun Melayang melintang merendah memeleset Sejenak mencicip air Enam empat Dua Mereka saja si anggun Satu Tak mangkir tak lari Memutuskan bersemayam dan menayub Hari-hari setiap hari Delapan enam Empat Di bawah langit kuyu nan sentosa Mereka saja tahu kasih Dua Tahu bedakan yang indah- indah Satu Satu Satu Ia pirsa [...]